
profil
penulis
~
Akish ~

Nama pena
Nama sebenar
Contact me here
My Website
What I do
Interest:
My Dreams
About me
Karya-karya
:- |
: Akish
: M. Balkis
: airaixora@yahoo.co.uk
: septemberflowerof82.blogspot.com
: Postgraduate student
: I love :-
- Any kind of music..any sound..except
the one which 'biting' my ears..but mostly I enjoy listening to ballads, slow
rock, Rhythm & Blues, Rock & Roll and classical music.
- I love
adventurous and action movies but not as much as melodramatic
movies..'Mind-eating' movies..Romance..Harry Potter..
- Love reading novels and
any reading materials such as “Lepaskan Kembali Aku Ke Laut Vo. I & II”,
Passion of Mind, Isabella, As I Was Passing, Maura’s Game, Till We Meet Again
etc.
: I want to be an actress/singer/musician when
I was little but since I don't really have 'the talent', so, I dreamt of being a
sportswoman..I love playing softball very much but then...things are not as
what I planned..So, here I am trying to pursue the highest level of education to
fulfill my own satisfaction as well as searching any available opportunities to
be an academia..That's part of my dream..
: I am a poetry lover..Love seeker..Wood
Cutter..Life bearer..
|
--------------------------------------------------------------------
Bulan di air
Teman...
Pada suatu ketika kita beriringan berbual mesra
Berbicara soal impian dan harapan
Berlagu melodi riang dan ceria
Menangisi perit dan derita
Bersama, kita mengejar dan menggapai bintang di langit
Yang tidak pasti akan menjadi milik kita
Walaupun ia tidak tergapai
Kita masih memegang utuh tali impian
Agar tidak terlepas dari genggaman
Perjalanan kita masih jauh
Menjadi harapan keluarga, nusa dan bangsa
Pernah kita mencipta impian untuk menggapai kejora bersama
Melangkah ke arah kejayaan bersama
Menghadapi rintangan yang datang
Pernah juga kita berbicara soal cinta
Soal pasangan igauan
Bagaimana menempuh alam dewasa
Yang tenyata cukup berliku
Andai kita tersungkur layu
Masih diharap sokongan bersama
Agar kembali berdiri teguh
Kita umpama pohonan kayu
Bersaingan mencambah daun menghijau
Mengharap sinaran cahaya
Namun masih berkait lengan
Menuju ke puncak bersama
Kini impian yang dahulunya bagai bulan dan bintang
Kian terdampar di lelangit bumi
Tali yang digenggami kian longgar
Menunggu waktu dilepaskan
Pohonan kayu yang utuh kian rapuh
Tiada lagi bualan mesra, impian dan harapan, melodi ceria atau tangisan derita
Semuanya lenyap...bagai bulan di air...
- Nukilan
Akish -
5 mac 2005
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
Sendu lara
Dahulu kau ku puja
Dahulu kau ku rindu
Ketika indah semuanya
Bersama menghirup haruman bayu
Kini aku kau lupa
Kini aku kau sisihkan
Tiada keperluan
Bagai sarap yang hina
Manangis hatiku hiba
Tiada berair mata
Hanya linangan di jiwa
Merajuk sendu yang lara
Dahulu aku kau sayangi
Dahulu aku penawar duka
Pengubat rindu di hati
Menjadi teman yang setia
Entah mengapa...
Kini aku kau benci
Kini aku kau sakiti
Bagai mimpi yang buruk
Yang ingin kau hindari
Manangis hatiku hiba
Tiada berair mata
Hanya linangan di jiwa
Merajuk sendu yang lara...
- Nukilan
Akish -
13 april 2005 ~ 4:17pm
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
Lukisan realiti
Sejenak
ku terbayang masa lalu
Bagai
camar terbang tinggi
Di awan
di langit membiru
Bebas
memburu rindu
Mencari
bayangan sinar harapan
Mewarnai
sayap yang belum terlukis
Wajah
kerinduan
Kini
hadir bayangan itu
Bersama
sinar yang diharapkan
Menjadi
lukisan realiti
Terpahat
di sayap tunjang hidupku
Membawaku
terbang di awangan indah
Beriringan
mencari destinasi
Betapa bahagia tidak terucap
Oleh hati
yang berbunga
Mekar mewangi menghiasi
Taman
asmara
Inginku
tetap beriringan
Bersamamu menuju
Destinasi
akhir kehidupan
Walau menuju ke dasar
Mahupun
meninggi di awan
Tiadaku
sanggup memadammu
Dari terlukis disayapku
Tetap
tergambar wajahmu
Mewarnai lukisan realiti
cintaku...
-Nukilan
Akish-
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
Jalan kikir, nafas, malam &
kehidupan
Di bawah cahaya itu,
bayangan
kaku merenung,
jalan
kikir yang rata,
kini
lompang semuanya,
kini
retak kikirnya,
Di bawah
cahaya itu,
bayangan
kaku menghela,
nafas
yang berat,
sebelumnya
umpama dijerat,
sebelumnya
umpama disekat,
Di bawah
cahaya itu,
bayangan
kaku menanti,
malam
yang kelam kembali terang,
malam
yang dingin kembali suam,
malam
yang sepi kembali riuh,
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku tersenyum,
memikirkan,
indahnya
hidup seperti mereka,
punya jiwa dan perasaan,
punya duka
dan kegembiraan,
punya cinta dan harapan,
Di bawah cahaya itu,
bayangan
kaku terus menunggu,
saat melangkah ke arena itu,
saat
menjengah ke dunia baru,
meninggalkan jalan kikir,
nafas,
malam,
dan
kehidupan...
-Nukilan
Akish-
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
Hati keliru
Tiada ku mengenalimu sehingga hari
itu,
Kau berada di situ memandang ku,
Aku di sini
berdiam tanpa kata-kata,
Tiada pasti rasa di hati,
Degupan jantung kian pantas berlalu,
Kala dirimu
menyapa daku,
Kata-kata tak terluah memandangmu,
Diri membeku
kaku menatap renungan,
Rasa hati
semakin keliru,
Setiap kali kau berada di situ,
Memandang dan
terus merenung,
Tanpa kata dan bicara yang
pasti,
Rahsia hatimu tiada ku tahu,
Terus
mengejar memburu hatiku,
Ingin ku lari menyembunyi rasa hati,
Yang masih
keliru dengan renunganmu,
Benarkah apa yang kau rasa,
Seperti jua yang
ku inginkan,
Benarkah apa yang ku rasa,
Seperti jua yang kau
harapkan,
Aku masih menunggu kepastianmu,
Mengungkap
kata bicara hatimu,
Jika benar apa yang kau rasa,
Akan lerailah segala
keliru...
-Nukilan
Akish-
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
Kenangan cinta pertama
Pena menari mengukir rindu,
Ditemani diari pengubat pilu,
Tinta dialir melakar rasa,
Ucapan terakhir buatmu yang ku puja,
Maafkan ku kasih hatimu terasa,
Ucapan ku yang pedih mencengkam jiwa,
Tiada niat ku melontar hina,
Dorongan nafsu cemburu membara,
Pemergianmu meracun jiwa,
Hati yang sedia menangis,
Ditambah luka beritamu yang tragis,
Tiada maaf sempat ku ucapkan,
Padamu yang amat ku cintai,
Tiada lagi ungkapan impian,
Hanya kenangan cinta pertama...
- Nukilan
Akish -
05 mac 2004 ~ 12:04 a.m
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
Pertikaian di hati
Pertikaian di hati
Bagai peniaga mengaut untung
Siapa berwang
Dia lah menang
Siapa berhutang
Dia lah dicari Along
Pokok pangkalnya wang lah raja
Punca dilema hidup ini
Pertikaian di hati
Bagai kekasih mencari cintanya
Ada cinta
Ada lah kasihnya
Tiada cinta
Sayang, kasih entah ke mana
Pokok pangkalnya cinta lah raja
Punca kecewa jiwa belia jua remaja
Pertikaian di hati
Bagai sahabat dan musuh
Saat bantuan diberi
Dia lah kawan
Saat kata menjadi duri
Dia lah musuh tak dicari
Pokok pangkalnya persahabatan dan permusuhan lah raja
Punca keamanan mahupun kemusnahan manusia
Pertikaian di hati
Bagai raga dan jiwa
Kala raga berasa dahaga
Nafsu penghilang hausnya
Kala jiwa kelaparan
Ibadah dan iman memberi kekenyangan
Pokok pangkalnya raga dan jiwa lah raja
Pembentuk insan berupa fauna
Pembentuk ummah soleh dan solehah
Pertikaian di hati
Gelodak
Percaturan
Perjalanan pentas duniawi
Singgahan sementara jika diamati
Singgahan terakhir memori...
- Nukilan
Akish -
26 may 2008 ~ 6:15 p.m
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
Ada apa di sana?
Berjalan di lorong sepi
Gelita bagai dalam mimpi
Mencari kilauan cahaya
Menyuluh dinihari
Memimpin ke arah sana.
Ada apa di sana?
Yang menanti di hujung cahaya
Ada apa di sana?
Yang memimpin aku ke arahnya.
Semakin aku mengejar
Semakin jauh ia pergi
Sehingga aku tersedar
Terkejut dari mimpi.
Berfikir aku kala sendiri
Merenung kembali kehidupan ini.
Ke arah mana hidupku?
Impian ingin ku tuju
Ke mana destinasiku?
Hentian terakhir perjalananku
Adakah ke arah cahaya itu?
Ada apa di sana?
Yang menanti aku
Yang memburu fikiranku
Ada apa di sana?
Yang membuat ku ragu
Yang meragut ketenanganku.
Persoalan yang tiada hentian
Masih meluru ke arah minda
Setiap kali ku hilang punca
Mencari jalan pulang menuju impian.
- Nukilan
Akish -
30 april 2005 ~ 1:54 a.m
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
"Aku..."
Aku...
sepi...
sunyi...
sendiri...
menyusuri hati gundah,
dipenuhi lautan air mata,
yang tiada bertepi,
yang tidak berpelabuhan.
Aku...
sedih...
merintih...
menangis...
jiwa yang tertekan,
ditenggelami hujan batu,
yang menimpa derita,
yang tak terperi sakitnya.
Aku...
tersepit...
diapit...
dicubit...
kata menusuk cuping pendengaran,
menyeksa batin kian terguris,
yang bertambah lukanya,
yang semakin dalam hirisannya.
Aku...
yang kian terdampar di dasar luka,
yang kian hanyut dibayangi kelam,
tanpa cahaya...
- Nukilan
Akish -
11 april 2007 ~ 3:48 p.m
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
|
Untuk ke
blog cinta sila
klik
di bawah :

|
*Anda
dilarang mengeluar ulang atau menggunakan mana-mana
kandungan laman ini dalam apa jua bentuk dan apa jua cara sama ada
elektronik, cetak, mekanik, fotokopi, rakaman atau pengstoran maklumat
termasuk sistem dapat kembali tanpa
kebenaran pemilik
www.razzirahman.com
Hakcipta
Terpelihara 2008 ©. Razzi Rahman Sdn.Bhd.
|
|