Razzi Rahman @ Brother love

Laman Penulis @ Razzi Rahman.com Tanya Brother love

home @ Razzi Rahman.com
Brother Love @ Razzi Rahman.com ebook cinta Razzi Rahman Brother Love @ Razzi Rahman.com Blog Cinta Razzi Rahman Brother Love @ Razzi Rahman.com Forum Cinta Razzi Rahman.com
Brother Love @ Razzi Rahman.com Karya Cinta @ Razzi Rahman Brother Love @ Razzi Rahman.com Brother Love @ Razzi Rahman.com

Penulis @ Razzi Rahman.com
profil penulis
~ Akish ~

Akish @ Razzi Rahman.com Akish @ Razzi Rahman.com

Nama pena
Nama sebenar
Contact me here
My Website
What I do

Interest:













My Dreams







About me


Karya-karya :-
: Akish
M. Balkis
: airaixora@yahoo.co.uk
septemberflowerof82.blogspot.com
: Postgraduate student

I love :-
  • Any kind of music..any sound..except the one which 'biting' my ears..but mostly I enjoy listening to ballads, slow rock, Rhythm & Blues, Rock & Roll and classical music.
  • I love adventurous and action movies but not as much as melodramatic movies..'Mind-eating' movies..Romance..Harry Potter..
  • Love reading novels and any reading materials such as “Lepaskan Kembali Aku Ke Laut Vo. I & II”, Passion of Mind, Isabella, As I Was Passing, Maura’s Game, Till We Meet Again etc.
: I want to be an actress/singer/musician when I was little but         since I don't really have 'the talent', so, I dreamt of being a           sportswoman..I love playing softball very much but then...things     are not as what I planned..So, here I am trying to pursue the         highest level of education to fulfill my own satisfaction as well as   searching any available opportunities to be an academia..That's     part of my dream..

: I am a poetry lover..Love seeker..Wood Cutter..Life bearer..


Bulan di air

Teman...
Pada suatu ketika kita beriringan berbual mesra
Berbicara soal impian dan harapan
Berlagu melodi riang dan ceria
Menangisi perit dan derita

Bersama, kita mengejar dan menggapai bintang di langit
Yang tidak pasti akan menjadi milik kita
Walaupun ia tidak tergapai
Kita masih memegang utuh tali impian
Agar tidak terlepas dari genggaman

Perjalanan kita masih jauh
Menjadi harapan keluarga, nusa dan bangsa
Pernah kita mencipta impian untuk menggapai kejora bersama
Melangkah ke arah kejayaan bersama
Menghadapi rintangan yang datang
Pernah juga kita berbicara soal cinta
Soal pasangan igauan
Bagaimana menempuh alam dewasa
Yang tenyata cukup berliku

Andai kita tersungkur layu
Masih diharap sokongan bersama
Agar kembali berdiri teguh

Kita umpama pohonan kayu
Bersaingan mencambah daun menghijau
Mengharap sinaran cahaya
Namun masih berkait lengan
Menuju ke puncak bersama

Kini impian yang dahulunya bagai bulan dan bintang
Kian terdampar di lelangit bumi
Tali yang digenggami kian longgar
Menunggu waktu dilepaskan
Pohonan kayu yang utuh kian rapuh
Tiada lagi bualan mesra, impian dan harapan, melodi ceria atau tangisan derita
Semuanya lenyap...bagai bulan di air...


- Nukilan Akish -
5 mac 2005

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------


Sendu lara


Dahulu kau ku puja
Dahulu kau ku rindu
Ketika indah semuanya
Bersama menghirup haruman bayu

Kini aku kau lupa
Kini aku kau sisihkan
Tiada keperluan
Bagai sarap yang hina

Manangis hatiku hiba
Tiada berair mata
Hanya linangan di jiwa
Merajuk sendu yang lara

Dahulu aku kau sayangi
Dahulu aku penawar duka
Pengubat rindu di hati
Menjadi teman yang setia

Entah mengapa...
Kini aku kau benci
Kini aku kau sakiti
Bagai mimpi yang buruk
Yang ingin kau hindari

Manangis hatiku hiba
Tiada berair mata
Hanya linangan di jiwa
Merajuk sendu yang lara...

 
- Nukilan Akish -
13 april 2005 ~ 4:17pm

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------


Lukisan realiti


Sejenak ku terbayang masa lalu
Bagai camar terbang tinggi
Di awan di langit membiru
Bebas memburu rindu

Mencari bayangan sinar harapan
Mewarnai sayap yang belum terlukis
Wajah kerinduan

Kini hadir bayangan itu
Bersama sinar yang diharapkan
Menjadi lukisan realiti
Terpahat di sayap tunjang hidupku
Membawaku terbang di awangan indah
Beriringan mencari destinasi
Betapa bahagia tidak terucap
Oleh hati yang berbunga
Mekar mewangi menghiasi
Taman asmara

Inginku tetap beriringan
Bersamamu menuju
Destinasi akhir kehidupan
Walau menuju ke dasar
Mahupun meninggi di awan

Tiadaku sanggup memadammu
Dari terlukis disayapku
Tetap tergambar wajahmu
Mewarnai lukisan realiti cintaku...


-Nukilan Akish-

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Jalan kikir, nafas, malam & kehidupan

Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku merenung,
jalan kikir yang rata,
kini lompang semuanya,
kini retak kikirnya,

Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku menghela,
nafas yang berat,
sebelumnya umpama dijerat,
sebelumnya umpama disekat,

Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku menanti,
malam yang kelam kembali terang,
malam yang dingin kembali suam,
malam yang sepi kembali riuh,

Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku tersenyum,
memikirkan,
indahnya hidup seperti mereka,
punya jiwa dan perasaan,
punya duka dan kegembiraan,
punya cinta dan harapan,

Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku terus menunggu,
saat melangkah ke arena itu,
saat menjengah ke dunia baru,
meninggalkan jalan kikir,
nafas,
malam,
dan kehidupan...


-Nukilan Akish-

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Hati keliru

Tiada ku mengenalimu sehingga hari itu,
Kau berada di situ memandang ku,
Aku di sini berdiam tanpa kata-kata,
Tiada pasti rasa di hati,

Degupan jantung kian pantas berlalu,
Kala dirimu menyapa daku,
Kata-kata tak terluah memandangmu,
Diri membeku kaku menatap renungan,

Rasa hati semakin keliru,
Setiap kali kau berada di situ,
Memandang dan terus merenung,
Tanpa kata dan bicara yang pasti,


Rahsia hatimu tiada ku tahu,
Terus mengejar memburu hatiku,
Ingin ku lari menyembunyi rasa hati,
Yang masih keliru dengan renunganmu,

Benarkah apa yang kau rasa,
Seperti jua yang ku inginkan,
Benarkah apa yang ku rasa,
Seperti jua yang kau harapkan,


Aku masih menunggu kepastianmu,
Mengungkap kata bicara hatimu,
Jika benar apa yang kau rasa,
Akan lerailah segala keliru...



-Nukilan Akish-

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------


Kenangan cinta pertama


Pena menari mengukir rindu,
Ditemani diari pengubat pilu,
Tinta dialir melakar rasa,
Ucapan terakhir buatmu yang ku puja,

Maafkan ku kasih hatimu terasa,
Ucapan ku yang pedih mencengkam jiwa,
Tiada niat ku melontar hina,
Dorongan nafsu cemburu membara,

Pemergianmu meracun jiwa,
Hati yang sedia menangis,
Ditambah luka beritamu yang tragis,

Tiada maaf sempat ku ucapkan,
Padamu yang amat ku cintai,
Tiada lagi ungkapan impian,
Hanya kenangan cinta pertama...


 
- Nukilan Akish -
05 mac 2004 ~ 12:04 a.m


GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Pertikaian di hati


Pertikaian di hati

Bagai peniaga mengaut untung
Siapa berwang
Dia lah menang
Siapa berhutang
Dia lah dicari Along
Pokok pangkalnya wang lah raja
Punca dilema hidup ini

Pertikaian di hati
Bagai kekasih mencari cintanya
Ada cinta
Ada lah kasihnya
Tiada cinta
Sayang, kasih entah ke mana
Pokok pangkalnya cinta lah raja
Punca kecewa jiwa belia jua remaja

Pertikaian di hati
Bagai sahabat dan musuh
Saat bantuan diberi
Dia lah kawan
Saat kata menjadi duri
Dia lah musuh tak dicari
Pokok pangkalnya persahabatan dan permusuhan lah raja
Punca keamanan mahupun kemusnahan manusia

Pertikaian di hati
Bagai raga dan jiwa
Kala raga berasa dahaga
Nafsu penghilang hausnya
Kala jiwa kelaparan
Ibadah dan iman memberi kekenyangan
Pokok pangkalnya raga dan jiwa lah raja
Pembentuk insan berupa fauna
Pembentuk ummah soleh dan solehah

Pertikaian di hati
Gelodak
Percaturan
Perjalanan pentas duniawi
Singgahan sementara jika diamati
Singgahan terakhir memori...

 
- Nukilan Akish -
26 may 2008 ~ 6:15 p.m


GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Ada apa di sana?


Berjalan di lorong sepi

Gelita bagai dalam mimpi
Mencari kilauan cahaya
Menyuluh dinihari
Memimpin ke arah sana.

Ada apa di sana?
Yang menanti di hujung cahaya
Ada apa di sana?
Yang memimpin aku ke arahnya.
Semakin aku mengejar
Semakin jauh ia pergi
Sehingga aku tersedar
Terkejut dari mimpi.

Berfikir aku kala sendiri
Merenung kembali kehidupan ini.

Ke arah mana hidupku?
Impian ingin ku tuju
Ke mana destinasiku?
Hentian terakhir perjalananku
Adakah ke arah cahaya itu?

Ada apa di sana?
Yang menanti aku
Yang memburu fikiranku
Ada apa di sana?
Yang membuat ku ragu
Yang meragut ketenanganku.

Persoalan yang tiada hentian
Masih meluru ke arah minda
Setiap kali ku hilang punca
Mencari jalan pulang menuju impian.

 
- Nukilan Akish -
30 april 2005 ~ 1:54 a.m



GO TO TOP PAGE

--------------------------------------------------------------------


"Aku..."


Aku...
sepi...
sunyi...
sendiri...
menyusuri hati gundah,
dipenuhi lautan air mata,
yang tiada bertepi,
yang tidak berpelabuhan.

Aku...
sedih...
merintih...
menangis...
jiwa yang tertekan,
ditenggelami hujan batu,
yang menimpa derita,
yang tak terperi sakitnya.

Aku...
tersepit...
diapit...
dicubit...
kata menusuk cuping pendengaran,
menyeksa batin kian terguris,
yang bertambah lukanya,
yang semakin dalam hirisannya.

Aku...
yang kian terdampar di dasar luka,
yang kian hanyut dibayangi kelam,
tanpa cahaya...




- Nukilan Akish -
11 april 2007 ~ 3:48 p.m

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------


Untuk ke blog cinta sila
klik di bawah :
tanya brother love

*Anda  dilarang mengeluar ulang atau menggunakan mana-mana kandungan laman ini dalam apa jua bentuk dan apa jua cara sama ada elektronik, cetak, mekanik, fotokopi, rakaman atau pengstoran maklumat termasuk sistem dapat kembali  tanpa kebenaran pemilik www.razzirahman.com

Hakcipta Terpelihara 2008 ©. Razzi Rahman Sdn.Bhd.