
profil penulis
~ Awan ~

Nama pena
Email
Website
What I do
Hobby
Dreams
Tentang diri saya
Persahabatan
Pegagangan hidup
Karya-karya :-
|
: Awan
: awanpink@hacker.com
: http://jengking121174.blogspot.com/
: Fulltime employee in private sector
: Menulis puisi, mendengar lagu, melayari internet, menonton
semua best movie yang
box-office, shopping, makan, love
working out at the gym dan memasak.
: Jadi manusia paling sempurna dimata mereka yang amat dikasihi.
: Misteri... Kalau tentang perasaan, terluahkan semuanya dalam setiap bait puisi yang ditulis.
: Sebagai kawan, saya sangat pentingkan persahabatan. Saya
sangat inginkan kawan yang amat memahami dan boleh
dipercayai.
Jika sebagai kekasih...kenalah jadi kekasih baru tau :)
: Kekuatan dalam hidup adalah CINTA, kerana cinta... kehidupan akan selalu dapat diteruskan.
|
--------------------------------------------------------------------
Hujan
Dulu
Aku selalu duduk di serambi hatimu
Menunggu saat kau datang
Membawa sekeranjang angan indah
Untuk kurangkai
Membunuh sepi dan sedih
Aku selalu berdiri membilang hari
Menunggu putaran itu berhenti
Rindu untukmu hampir menggunung
Hingga aku bingung
Kemana harus kubuang rindu ini?
Lalu kuambil sepotong rembulan untukmu
Kuletakkan tepat disampingmu
Agar kau bisa membisikkan kata rindu untukku
Saat ku papah matahari
Yang sarat mengusung jutaan sakit
Bintang pula membuka percakapan
Tentang cinta tertunda
Tentang duka nestapa
Tentang segala di dunia
Yang sering mengundang sejuta resah
Saat aku mengusir kegelisahan didada
Giliran ribut menghias malammu
Bulan dan bintang harus diam
Walau aku takut barangkali
Kerana,
Tak lama lagi titik hujan
Bakal membeku dimataku
Kasihan....kau hujan
Kau beri pengkhianatan sejak pertama cinta terbaca
Dan kini mencuba tenangkan segala prasangka
Sejak itu
Aku belajar tak sekadar memaknai benci
Tapi,
tiada lagi bintang di sini
tiada lagi kau atau aku.
nukilan : ~ Awan ~
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
The Lover
Kau pernah
sekali berada di sini
Mengajarku melukis raut sunyi
Mengharapku kan selalu
datang
Membawa utaian cerita cinta terpanjang
Kau pernah terlalu
sederhana
Memiliki rasa sayang itu
Kerna kalutmu mengungkap resah
Dan
dinginmu mengikatmu kemas
Seperti irama cinta ini mulai melirih
Namun
getar senyummu itu padaku
Pernah bisa menghidupkan hari-hari suramku yang
lalu
Aku pernah menjadi seseorang kepadamu
Teman yang bukan
teman
Tapi bimbang terus akanmu
Kekasih yang kau sendiri tahu
Tapi
hanya kau yang tahu
Aku pernah selalu kau biarkan
Dan pernah selalu
bersedih kerana itu
Tapi aku masih selalu ingin menjadi mimpi indah dalam
tidurmu
Aku masih selalu ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau
rindu
Aku pernah begitu mencintaimu
Dan memutus untuk percuma
begitu
Kerna jiwaku tak mampu memaknai hidup tanpa rasa itu
Biarpun
semuanya bukan pernah semudah yang kau kira
nukilan : ~ Awan ~
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
Sebuah jalan
Aku tahu,
aku akan tersesat lagi
seperti tahun-tahun aku belum mengenalmu
jalanan
nampak sama dan aku
tak terbiasa mengingat banyak nama
di jalan ini
aku mengenalmu
di jalan ini pula kau belajar meninggalkan
aku menyedarinya
dari awal
setiap kali kehilangan, setiap kali menemukan
tapi aku
mendapatkan kesedihan di sini
bahkan untuk diriku sendiri
aku terus
bergantung padamu
betapa aku takut sendirian
sebab telah banyak aku
kehilangan
di setiap simpang, di setiap belok
di mana jalan-jalan
bercabang
aku selalu gemetar dan ketakutan
kerna kau sama saja
sering
menggoreskan sedikit kenangan
pada tubuhku lalu berebut saling
menjauh
di tempat yang ramai ini
orang-orang sibuk dengan nasib
sendiri
di sana, di jalanan lain, aku tahu
orang-orang menyambutmu dengan
riang
kalau pun aku sampai menyusulmu
meski aku tahu, di tengah kesibukan
ini
selalu ada tempat bertanya
aku sudah tak mendapatkan
apa-apa
mungkin hanya kata-kata sakit yang bisa kita ingat
sebentuk
kekejamanku padamu
di tempat ini
aku tak mengenal apa pun
dan tak
berkehendak mengenal apa pun
aku tahu waktu ini akan tiba
akan segera
tiba
dan aku sudah lama menyiapkan kemungkinannya
tapi selalu saja tak ada
yang siap
ketika sampai di persimpangan
aku tak ingin menangis
lagi
mengingatkan kepedihan-kepedihan yang lalu
aku takut tersesat dan tak
akan menemukan jalanmu lagi
jalan yang terlalu sibuk
di mana aku merasa
begitu kecil dan sendirian
nukilan : ~ Awan ~
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
Let the rain fall
Aku
tahu manusia bisa berubah
Dari baik jadi buruk
Dari buruk jadi
baik
Tapi bukankah kau dan aku ingin jadi lebih baik ?
Waktu memang tak
pernah menjanjikan apa pun pada kita
Pada cerita cinta kita
Justeru
mengapa ruang hatimu terlalu sempit untukku berlari ?
Adakalanya kita
merasa paling benar
Tapi hakikat malam malam yang kita lalui
Tak lagi bisa
membuat kita tertawa bahagia
Banyak hal yang merubahnya
Hampir merubah
segalanya
Lagu yang setiap kali kau nyanyikan untukku
Pun kini mulai
samar-samar kudengar
Dan aku tak tahu mengapa
Aku lupa bila terakhir
kali bercerita tentang hujan padamu
Betapa bodoh waktu perdaya kita
Yang
tahu betapa mahal cinta
Yang takkan tergantikan oleh sebatas janji yang kau
beri
Apa kerna itu kita bisa bertahan dalam diam ?
Mulanya tak bisa
kubaca
Rangkai kata yang kau tulis
Di sudut hati
Tapi kini aku jadi
lebih mengerti
Cinta tak pernah berdiri sendiri
Bisa tumbuh dan tak bisa
jauh
Dariku pun darimu
Andai bibir ini kelu tapi bisa lagi mengeja
namamu
Lalu ingin ku kini cuma satu
Berdamai dengan
rindumu
nukilan : ~ Awan ~
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
Cinta
ketika dingin menghantar suara hatiku padamu
Yang melewati puncak akalmu memikir
Yang membawa pesan ini untukmu
kau seperti malam
yang datang tiba-tiba
ketika aku berjalan
tanpa sesiapa bersama
Ketika rasa takut ini datang
siapa lagi yang bisa membangkitkan keberanian selain engkau
ketika rasa putus asa ini datang
siapa lagi yang akan menumbuhkan harapan selain engkau
ketika angin timur tak menyejukkanku lagi
ketika pepohonan yang rendang tak lagi memayungiku dari terik siang
ketika seluruh hidup yang kurasakan adalah penderitaan
cukupkah sampai di sini keinginan tak akan ada habisnya?
kepuasan tak akan ada hujungnya?
cukupkah sampai di sini pesta kemenangan merayakan kekalahan diri sendiri?
ketika kumenemukan cinta
cinta itu mulai menanamkan sebuah harapan kehidupan untukku
ketika ku terhayal untuk bersama denganmu kembali
merindukan dirimu di sampingku
walau engkau teramat jauh tak terkejar
ternyata aku salah...
betapa telah lama kau tinggalkan kerinduan di hatiku
betapa sekian lama aku terikat dengan kesedihan ini
saat aku tertidur
cinta itu tetap membuat bayangmu berada di seluruh mimpi-mimpi
Dan semuanya membuatku ingin bertanyaMu lagi tuhan,
kenapakah aku teramat menderita untuk rasa sakit ini?
nukilan : ~ Awan ~
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
Ku katakan padamu
Sulit memahami manusia
Mengungkap kesedihan dengan
tangis
Mengungkap kebahagiaan dengan tawa
Tetapi keduanya menitiskan air
mata
Menurutmu cinta adalah jawapan akhir dari segalanya
Tapi bagiku,
penolakan bukan hukuman mati bagi yang terdakwa
Ianya seperti kebangkitan
setelah mati
Mengawali hidup dengan rasa sakit, menjalani hidup dengan rasa
sakit,
dan mengakhiri hidup dengan rasa sakit
Mengawali cinta dengan
harapan, menjalani cinta dengan kekhuatiran,
dan mengakhiri cinta dengan
kekecewaan
Jika awal cinta indah mengapa tidak pada awal dan akhir ceritanya
?
kesedihan didalamnya pun indah jika benar-benar mencintai
kerana
kesunyiaan takkan pernah ada perceraian
Kau yang jauh dari cinta membeku
seperti salju
dan aku yang terlalu dekat dengan cinta akan menangis seperti
awan
Jika enggan untuk
bicara
Diam akan katakan lebih dari maksudnya
Jika kau keliru kerna aku
tak lagi bisa mengabulkan hajatmu kesemuanya
Anggapalah aku membidikkan panah
tidak tepat pada sasarannya
Jika masih sulit untuk percaya, pejamkan
matamu
Jangan takut tajamnya pena
Yang tak mungkin menghiris urat
nadi
Aku hanya bercermin padamu
Dan belum pernah siap untuk pergi
darimu
Walau aku meriba doa menunggumu
nukilan : ~ Awan ~
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
Perempuanku, Aryati
Kau telah datang kepadaku atas nama cinta
Ketika itu aku melihat musim yang mulai membeku
merekah bersama kuntum-kuntum bunga dan dedaunan
tak sanggup kutuliskan, tetapi kau pasti tahu
Aku menyapamu dalam mimpi yang mulai mengembun pada subuh
yang sebentar kan ada cuma rasa sepi yang bakal kuceritakan
matahari mungkin akan pecah
betapa panasnya bergolak dalam dada
seperti telah habis semua kujanjikan dihadapanmu
Aku menjengukmu dalam semua kepalsuan yang sanggup menahan inginku padamu
walau segala kebisingan ini mungkin membentuk segala kenangan
tapi tidak untukmu
ketikaku membiarkan mimpi buruk terus menghantui
dan airmatamu bertukar kesejukan bersama sebuah malam
kau masih membiarkanku datang dan pergi sesuka hati
yang membawa jiwamu seperti ini
bagai ranting kering dan patah...
Ketikaku tewas mengartikan semuanya
dan kuberharap kekasih duniaku ini
bisa memabukkanku dengan kegelapan cintanya
seperti awan putih yang menemuku dalam gigil ketakutan
lalu membalut dan mendakapku erat
mengunci setiap nadi dari bibirmu yang terindah
dan menawan seluruh deriaku yang ada
Ketika hujan baru berhenti mengungkap satu cerita
dan musim beku ini mulai selesai
Ada kedamaian yang hilang saat kerinduan ini masih basah
Yang menawarkan siksa segenap emosi
Ketika tuhan tak lagi memberiku sepasang sayap
saat terakhir kumelihatmu membawa seluruh cintamu pergi dari hidupku
ketika semua dunia begitu menyakitkanku dan menenggelamkanku dalam kepedihan
yang begitu nyata
Aku merasakan cinta dan jiwaku ikut pergi bersamamu
” Kau pernah begitu sempurna dimataku
ketika aku telah kehilanganmu seorang
Aku sayang kamu
Aku cinta kamu
tapi abadi itu bukan sampai mati
Abadi itu seandainya ada yang harus kau catat di dinding hatiku
Abadi itu seandainya hanya ada doa yang mampu kau gariskan
ketika cinta yang kuberi tak lagi bersama
Kau adalah satu kenangan untukku
satu kenangan termanis yang pernah kutemui...
perempuanmu, Aryati ”
nukilan : ~ Awan ~
GO TO TOP
PAGE
--------------------------------------------------------------------
|
Untuk ke
blog cinta sila
klik
di bawah :

|
*Anda
dilarang mengeluar ulang atau menggunakan mana-mana
kandungan laman ini dalam apa jua bentuk dan apa jua cara sama ada
elektronik, cetak, mekanik, fotokopi, rakaman atau pengstoran maklumat
termasuk sistem dapat kembali tanpa
kebenaran pemilik
www.razzirahman.com
Hakcipta
Terpelihara 2008 ©. Razzi Rahman Sdn.Bhd.
|
|