Razzi Rahman @ Brother love

Laman Penulis @ Razzi Rahman.com Tanya Brother love

home @ Razzi Rahman.com
Brother Love @ Razzi Rahman.com ebook cinta Razzi Rahman Brother Love @ Razzi Rahman.com Blog Cinta Razzi Rahman Brother Love @ Razzi Rahman.com Forum Cinta Razzi Rahman.com
Brother Love @ Razzi Rahman.com Karya Cinta @ Razzi Rahman Brother Love @ Razzi Rahman.com Brother Love @ Razzi Rahman.com

Penulis @ Razzi Rahman.com
profil penulis
~ Awan ~

Awan

Nama pena
Email
Website
What I do

Hobby



Dreams

Tentang diri saya


Persahabatan



Pegagangan hidup


Karya-karya :-
: Awan
: awanpink@hacker.com
: http://jengking121174.blogspot.com/
:
Fulltime employee in private sector

Menulis puisi, mendengar lagu, melayari internet, menonton           semua  best movie yang box-office, shopping, makan, love             working out at the gym dan memasak.

: Jadi manusia paling sempurna dimata mereka yang amat dikasihi.

: Misteri... Kalau tentang perasaan, terluahkan semuanya dalam       setiap bait puisi yang ditulis.

: Sebagai kawan, saya sangat pentingkan persahabatan. Saya         sangat inginkan kawan yang amat memahami dan boleh                 dipercayai. Jika sebagai kekasih...kenalah jadi kekasih baru tau :)

: Kekuatan dalam hidup adalah CINTA, kerana cinta... kehidupan       akan selalu dapat diteruskan.



--------------------------------------------------------------------

Hujan

Dulu
Aku selalu duduk di serambi hatimu
Menunggu saat kau datang
Membawa sekeranjang angan indah
Untuk kurangkai
Membunuh sepi dan sedih

Aku selalu berdiri membilang hari
Menunggu putaran itu berhenti
Rindu untukmu hampir menggunung
Hingga aku bingung
Kemana harus kubuang rindu ini?
Lalu kuambil sepotong rembulan untukmu
Kuletakkan tepat disampingmu
Agar kau bisa membisikkan kata rindu untukku

Saat ku papah matahari
Yang sarat mengusung jutaan sakit
Bintang pula membuka percakapan
Tentang cinta tertunda
Tentang duka nestapa
Tentang segala di dunia
Yang sering mengundang sejuta resah

Saat aku mengusir kegelisahan didada
Giliran ribut menghias malammu
Bulan dan bintang harus diam

Walau aku takut barangkali
Kerana,
Tak lama lagi titik hujan
Bakal membeku dimataku

Kasihan....kau hujan
Kau beri pengkhianatan sejak pertama cinta terbaca
Dan kini mencuba tenangkan segala prasangka

Sejak itu
Aku belajar tak sekadar memaknai benci
Tapi,
tiada lagi bintang di sini
tiada lagi kau atau aku.

nukilan : ~ Awan ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

The Lover

Kau pernah sekali berada di sini
Mengajarku melukis raut sunyi
Mengharapku kan selalu datang
Membawa utaian cerita cinta terpanjang

Kau pernah terlalu sederhana
Memiliki rasa sayang itu
Kerna kalutmu mengungkap resah
Dan dinginmu mengikatmu kemas
Seperti irama cinta ini mulai melirih
Namun getar senyummu itu padaku
Pernah bisa menghidupkan hari-hari suramku yang lalu

Aku pernah menjadi seseorang kepadamu
Teman yang bukan teman
Tapi bimbang terus akanmu
Kekasih yang kau sendiri tahu
Tapi hanya kau yang tahu


Aku pernah selalu kau biarkan
Dan pernah selalu bersedih kerana itu
Tapi aku masih selalu ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
Aku masih selalu ingin menjadi  sesuatu yang mungkin bisa kau rindu

Aku pernah begitu mencintaimu
Dan memutus untuk percuma begitu
Kerna jiwaku tak mampu memaknai hidup tanpa rasa itu

Biarpun semuanya bukan pernah semudah yang kau kira



nukilan : ~ Awan ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Sebuah jalan

Aku tahu, aku akan tersesat lagi
seperti tahun-tahun aku belum mengenalmu
jalanan nampak sama dan aku
tak terbiasa mengingat banyak nama

di jalan ini aku mengenalmu
di jalan ini pula kau belajar meninggalkan
aku menyedarinya dari awal
setiap kali kehilangan, setiap kali menemukan
tapi aku mendapatkan kesedihan di sini
bahkan untuk diriku sendiri
aku terus bergantung padamu

betapa aku takut sendirian
sebab telah banyak aku kehilangan
di setiap simpang, di setiap belok
di mana jalan-jalan bercabang

aku selalu gemetar dan ketakutan
kerna kau sama saja
sering menggoreskan sedikit kenangan
pada tubuhku lalu berebut saling menjauh

di tempat yang ramai ini
orang-orang sibuk dengan nasib sendiri
di sana, di jalanan lain, aku tahu
orang-orang menyambutmu dengan riang
kalau pun aku sampai menyusulmu
meski aku tahu, di tengah kesibukan ini
selalu ada tempat bertanya
aku sudah tak mendapatkan apa-apa
mungkin hanya kata-kata sakit yang bisa kita ingat
sebentuk kekejamanku padamu


di tempat ini
aku tak mengenal apa pun
dan tak berkehendak mengenal apa pun
aku tahu waktu ini akan tiba
akan segera tiba
dan aku sudah lama menyiapkan kemungkinannya
tapi selalu saja tak ada yang siap
ketika sampai di persimpangan

aku tak ingin menangis lagi
mengingatkan kepedihan-kepedihan yang lalu
aku takut tersesat dan tak akan menemukan jalanmu lagi
jalan yang terlalu sibuk
di mana aku merasa begitu kecil dan sendirian



nukilan : ~ Awan ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Let the rain fall

Aku tahu manusia bisa berubah
Dari baik jadi buruk
Dari buruk jadi baik
Tapi bukankah kau dan aku ingin jadi lebih baik ?
Waktu memang tak pernah menjanjikan apa pun pada kita
Pada cerita cinta kita
Justeru mengapa ruang hatimu terlalu sempit untukku berlari ?

Adakalanya kita merasa paling benar
Tapi hakikat malam malam yang kita lalui
Tak lagi bisa membuat kita tertawa bahagia
Banyak hal yang merubahnya
Hampir merubah segalanya
Lagu yang setiap kali kau nyanyikan untukku
Pun kini mulai samar-samar kudengar
Dan aku tak tahu mengapa


Aku lupa bila terakhir kali bercerita tentang hujan padamu
Betapa bodoh waktu perdaya kita
Yang tahu betapa mahal cinta
Yang takkan tergantikan oleh sebatas janji yang kau beri
Apa kerna itu kita bisa bertahan dalam diam ?

Mulanya tak bisa kubaca
Rangkai kata yang kau tulis
Di sudut hati
Tapi kini aku jadi lebih mengerti
Cinta tak pernah berdiri sendiri
Bisa tumbuh dan tak bisa jauh
Dariku pun darimu


Andai bibir ini kelu tapi bisa lagi mengeja namamu
Lalu ingin ku kini cuma satu

Berdamai dengan rindumu



nukilan : ~ Awan ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Cinta

ketika dingin menghantar suara hatiku padamu
Yang melewati puncak akalmu memikir
Yang membawa pesan ini untukmu

kau seperti malam
yang datang tiba-tiba
ketika aku berjalan
tanpa sesiapa bersama

Ketika rasa takut ini datang
siapa lagi yang bisa membangkitkan keberanian selain engkau
ketika rasa putus asa ini datang
siapa lagi yang akan menumbuhkan harapan selain engkau

ketika angin timur tak menyejukkanku lagi
ketika pepohonan yang rendang tak lagi memayungiku dari terik siang
ketika seluruh hidup yang kurasakan adalah penderitaan

cukupkah sampai di sini keinginan tak akan ada habisnya?
kepuasan tak akan ada hujungnya?
cukupkah sampai di sini pesta kemenangan merayakan kekalahan diri sendiri?

ketika kumenemukan cinta
cinta itu mulai menanamkan sebuah harapan kehidupan untukku
ketika ku terhayal untuk bersama denganmu kembali
merindukan dirimu di sampingku
walau engkau teramat jauh tak terkejar

ternyata aku salah...
betapa telah lama kau tinggalkan kerinduan di hatiku
betapa sekian lama aku terikat dengan kesedihan ini

saat aku tertidur
cinta itu tetap membuat bayangmu berada di seluruh mimpi-mimpi

Dan semuanya membuatku ingin bertanyaMu lagi tuhan,
kenapakah aku teramat menderita untuk rasa sakit ini?


nukilan : ~ Awan ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Ku katakan padamu

Sulit memahami manusia
Mengungkap kesedihan dengan tangis
Mengungkap kebahagiaan dengan tawa
Tetapi keduanya menitiskan air mata

Menurutmu cinta adalah jawapan akhir dari segalanya
Tapi bagiku, penolakan bukan hukuman mati bagi yang terdakwa
Ianya seperti kebangkitan setelah mati
Mengawali hidup dengan rasa sakit, menjalani hidup dengan rasa sakit,
dan mengakhiri hidup dengan rasa sakit

Mengawali cinta dengan harapan, menjalani cinta dengan kekhuatiran,
dan mengakhiri cinta dengan kekecewaan

Jika awal cinta indah mengapa tidak pada awal dan akhir ceritanya ?
kesedihan didalamnya pun indah jika benar-benar mencintai
kerana kesunyiaan takkan pernah ada perceraian


Kau yang jauh dari cinta membeku seperti salju
dan aku yang terlalu dekat dengan cinta akan menangis seperti awan

Jika enggan untuk bicara
Diam akan katakan lebih dari maksudnya
Jika kau keliru kerna aku tak lagi bisa mengabulkan hajatmu kesemuanya
Anggapalah aku membidikkan panah tidak tepat pada sasarannya
Jika masih sulit untuk percaya, pejamkan matamu
Jangan takut tajamnya pena
Yang tak mungkin menghiris urat nadi

Aku hanya bercermin padamu
Dan belum pernah siap untuk pergi darimu
Walau aku meriba doa menunggumu


nukilan : ~ Awan ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Perempuanku, Aryati

Kau telah datang kepadaku atas nama cinta
Ketika itu aku melihat musim yang mulai membeku
merekah bersama kuntum-kuntum bunga dan dedaunan
tak sanggup kutuliskan, tetapi kau pasti tahu

Aku menyapamu dalam mimpi yang mulai mengembun pada subuh
yang sebentar kan ada cuma rasa sepi yang bakal kuceritakan
matahari mungkin akan pecah
betapa panasnya bergolak dalam dada
seperti telah habis semua kujanjikan dihadapanmu

Aku menjengukmu dalam semua kepalsuan yang sanggup menahan inginku padamu
walau segala kebisingan ini mungkin membentuk segala kenangan
tapi tidak untukmu

ketikaku membiarkan mimpi buruk terus menghantui
dan airmatamu bertukar kesejukan bersama sebuah malam
kau masih membiarkanku datang dan pergi sesuka hati
yang membawa jiwamu seperti ini
bagai ranting kering dan patah...

Ketikaku tewas mengartikan semuanya
dan kuberharap kekasih duniaku ini
bisa memabukkanku dengan kegelapan cintanya
seperti awan putih yang menemuku dalam gigil ketakutan
lalu membalut dan mendakapku erat
mengunci setiap nadi dari bibirmu yang terindah
dan menawan seluruh deriaku yang ada

Ketika hujan baru berhenti mengungkap satu cerita
dan musim beku ini mulai selesai
Ada kedamaian yang hilang saat kerinduan ini masih basah
Yang menawarkan siksa segenap emosi
Ketika tuhan tak lagi memberiku sepasang sayap
saat terakhir kumelihatmu membawa seluruh cintamu pergi dari hidupku
ketika semua dunia begitu menyakitkanku dan menenggelamkanku dalam kepedihan
yang begitu nyata

Aku merasakan cinta dan jiwaku ikut pergi bersamamu


” Kau pernah begitu sempurna dimataku
  ketika aku telah kehilanganmu seorang
  Aku sayang kamu
  Aku cinta kamu
  tapi abadi itu bukan sampai mati
  Abadi itu seandainya ada yang harus kau catat di dinding hatiku
  Abadi itu seandainya hanya ada doa yang mampu kau gariskan
  ketika cinta yang kuberi tak lagi bersama
 
  Kau adalah satu kenangan untukku
  satu kenangan termanis yang pernah kutemui...
  
  perempuanmu, Aryati ”



nukilan : ~ Awan ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Untuk ke blog cinta sila
klik di bawah :
tanya brother love

*Anda  dilarang mengeluar ulang atau menggunakan mana-mana kandungan laman ini dalam apa jua bentuk dan apa jua cara sama ada elektronik, cetak, mekanik, fotokopi, rakaman atau pengstoran maklumat termasuk sistem dapat kembali  tanpa kebenaran pemilik www.razzirahman.com

Hakcipta Terpelihara 2008 ©. Razzi Rahman Sdn.Bhd.