Razzi Rahman @ Brother love

Laman Penulis @ Razzi Rahman.com Tanya Brother love

home @ Razzi Rahman.com
Brother Love @ Razzi Rahman.com ebook cinta Razzi Rahman Brother Love @ Razzi Rahman.com Blog Cinta Razzi Rahman Brother Love @ Razzi Rahman.com Forum Cinta Razzi Rahman.com
Brother Love @ Razzi Rahman.com Karya Cinta @ Razzi Rahman Brother Love @ Razzi Rahman.com Brother Love @ Razzi Rahman.com

Penulis @ Razzi Rahman.com
profil penulis
~ Azwa Safwa ~

Azwa @ Razzi Rahman.com Azwa @ Razzi Rahman.com


Nama pena

Nama manja

Email

Website

Horoscope

 
Hobby



Dreams

Azwa @ Razzi Rahman.com
: Azwa Safwa
: Azwa Safwa

: azwa_mzr@yahoo.com

: http://mawarcinta.multiply.com/

: Cancer si ketam yang manje ala             control ayu gitu

Cooking, eating, reading, writing,  dreaming, shopping,                    surfing internet,watching movies...

: Menjejak MIMPI menjadi REALITI!.. where   my dream lover??

About me




My principle


Nota kaki


Karya-karya :-
: I'm not a perfect women! just a simple person jer.. chubby, fun &
 funny, friendly and moody kadang kala, haiya ini orang kalau sudah  datang itu moody jangan dekat maa.. dia bisa buat gelombang  tsunami ala power rangers!! hehe beware! ahakss..

: Don't give up! go.. go.. chaiyuk!! (means berusahalah!)

: "KEEP SMILING, STAY CUTE AND BE HAPPY!"

Pantun luah rasa

Ku intai diri mu dalam renungan,
Ku tilik wajah mu dalam hayalan,
Ku damba kasih mu dalam sentuhan,
Tersimpul rindu ku dalam lipatan.

Senyuman manis terukir indah,
Dalam bicara sopan terserlah,
Siapakah agaknya yang bertuah,
Menawan hati mu dengan mudah.

Langkah teratur gagah perkasa,
Tampil sempurna di mata semua,
Ramai menghulur janji setia,
Hati mu agaknya untuk siapa?

Dalam banyak pilihan yang ada
Di mana agaknya harga cinta mu,
Adakah turuti tuntutan agama,
Atau sekadar mengikut nafsu.

Dari jauh dikau ku tatap
Dalam sembunyi dikau ku duga,
Dikau lulus dalam setiap,
Idaman kalbu sudah ku cita.

Salam bersambut mesra terjalin,
Dalam akrab terukir impian,
Ibarat permata dengan cincin,
Kasih terjalin jodoh sepadan.

Dalam syukur senyum berbunga,
Doa ku panjat penuh setia,
Tapi mengapa hati tak tega,
Semacam ada satu rahsia.

Semarak rindu selumbar kasih,
Kemarau hadir musnah segala,
Rupanya dirimu punya kekasih,
Dalam diam kau tak suara.

Entah kenapa hatiku sendu,
Kasih terikat terlerai perlahan,
Untuk bertahan aku tak mampu,
Tak rela diri jadi cemuhan.

Ku intai diri ku dalam renungan,
Ku  tilik wajah ku dekat pandangan,
Ku buang hayalan jauh fikiran,
Memiliki diri mu hanya igauan..



tinta rasa hati : ~ Azwa Safwa ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Ku cari damai di hati

Ku cari pada indahnya budi
Tutur halus bicara bersopan
semarak rasa cinta berlagu
Jenaka riang terselit kias bermadah
Kata mutiara penyejuk jiwa
Penunjuk cahaya gelita malam
Tersusun kemas kuntuman bahagia
Bersama tulus dan luhur ikatan perhubungan..

Ku cuba bawa seikhlas senyuman
Selembut wajah ku hadiahkan
Pelbagai bicara dan melodi ku persembahkan
Juga huluran tangan untuk kau sambut
Tak pernah meminta atau memaksa
Segalanya terpulang pada diri..
Tepuk dada tanya selera..

Ku jamu sajian rasa gelodak jiwa
Santapan kala kering ketandusan
Meluah suara yang tak bisa bicara
Bukan pakar segala segi
Sekadar untuk bersama dikongsi
Agar kenyang penuh ketenangan..


Ku tuang rasa kasih yang tertanam
Rasa cinta yang tersemai..
Benih rindu yang tak pernah surut
Usikan manja berserta jenaka
Gelak tawa penghibur lara
Menyapu lalu si air mata..
Kerana bahuku sedia untuk kamu menangis..

Ku pohon sejuta kemaafan diri
Andai bicara seloka tersayat duri
Mengguris hati tanpa sengaja
Menyemarak rasa marah beraja
Memungkin terlerai ikatan kuat tersimpuh..
Membuang jauh diri ini.. penuh tanda tanya?

Ketahuilah kalian semua...
apa sahaja yang aku lakukan, ku cari damai dihati..
bila irama cintaku berlagu, kamu ku rindu…



tinta rasa hati : ~ Azwa Safwa ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Potret Wajah

azwa_mzr@yahoo.com

Mata ku terlekat pada potret wajah
Seakan ada tarikan di situ mengamit
Tapi mata tak betah menatap lama
Terselit segan merona malu
Ku bayangkan segala gerak rasa
Ku cuba tafsir sebalik senyum yang tergambar
Seakan ia terkandung jutaan rahsia
Yang sukar untuk ku ungkai
Penuh misteri..

Mata ku melekat lagi pada potret wajah
Renungan matanya seakan
Menikam tembus ke dalam mata ku
Terasa tersekat nafas ku
Pesona kilauannya menusuk jiwa
Merona malu jadinya..
Perasaan apakah ini?

Terleka aku menatap bayangan potret wajah
Terimbau saat-saat ku melakar kisah
Ku bongkar segala halusinasi
Mengikut rentak denyut nadi
Mengirai persatu alunan gemersik jiwa
Ku bayangkan kilauan mu di alam maya
Yang pasti tak mungkin ku temui
Dalam perjalanan realiti sebuah kehidupan..
Mustahil bagiku mengapai bintang di langit
Mengharap bulan jatuh ke riba..

Ku tatap sekilas potret wajah
Terpaku aku kerna kilauannya mempesona
Tarikan dirinya bagai bersatu di setiap
Lakaran kisah yang ku gambar
Rentaknya serasi dengan alunan jiwa
Seakan dirinya laksamana cinta
Putera khayalan ku..

Ku simpan diam potret wajah dalam sudut hati ku..

tinta rasa hati : ~ Azwa Safwa ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Biar ku simpan di dalam diam...

Lama sudah pena ku tidak melakarkan
Luah rasa yang terpendam
Alam imaginasi yang tersembunyi
Kemelut kancah sengketa yang melanda
Mengoncang semua kerajaan diri
Meruntuh segala tiang kepercayaan
Menghancurkan semua benteng kesetiaan
Kelam.. kelabu ku rasakan
Terhenti terus pena ku menari...

Saat ku tatap potret khayalan
Pena ku seakan terbangkit ingin menari
Terjenguk wajah melakar kisah
Mengocak rasa kesepian yang bermukim
Terbuka jendela terkunci rapat
Asyik mengintai rentak alunan
Gemersik rindu menujah rasa..

Aduhai.. siapa empunya sering menjelma
Berlegar-legar tak pernah surut
Memenuhi sentiasa di segenap sudut
Bisa membuat hati tertawan
Diam merasuk perlahan seluruh jiwa
Sukar untuk di tiup padam
Ku tenung lagi potret khayalan
Ku dakap erat dalam kenangan
Ku abadikan segenap ruang
Biar ku simpan di dalam diam...

tinta rasa hati : ~ Azwa Safwa ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Aku sayang kamu

Aku sayang kamu..
pertama kali terpandang..
seakan ada tarikan magnet yang menarik
aku tak tahu kuasa apakah itu
tapi yang pasti kamu bisa buat
denyut nafasku bagaikan terhenti
kehidupanku ceria selalu...
hanya kerna ku pahat wajahmu dalam mindaku

Aku sayang kamu..
memang ku akui
aku memang sukar untuk meluahkan rasa
bahkan merona segan melakar bicara rindu
melafazkan kata-kata cinta
tapi dengan kamu segalanya ingin
aku muntahkan apa yang terpendam
agar kau bisa mengerti..

Aku sayang kamu..
walau tanpa tanda noktah yang pasti
tanpa talian perhubungan hati
aku senang begini..
biar rasa rindu dan tertanya-tanya itu
bisa buat hati kita jadi dekat selalu
kerna Kuasa itu lebih mengetahui segalanya..

Aku memang sayang kamu..
namun aku lebih menyayangi diriku sendiri
kerna aku takut rasa sayang yang melampau
padamu bisa buat aku melukai diriku..
bisa meruntuhkan kekuatan yang kembali
ku pertahankan.
dan aku paling takut andai
tiba-tiba kamu hilang.. seperti mereka
jadi biarlah yang tersirat dan tersurat itu
ku genggam erat dalam lipatan hati
andai ada restu Ilahi pastikan jadi milik ku..

Kamu yang aku sayang, ku sentiasa doakan yang terbaik buat mu..


tinta rasa hati : ~ Azwa Safwa ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Laksamana Cinta

Hadirnya bagai suatu kuasa
yang memukau segenap jiwa raga
bagai arus letrik yang mengalir
menghidupkan cerah terangi gelita
yang tak pernah ku rasa
walau dulu ada yang ku pernah suka
namun tak segairah aku memuja mu
Laksamana Cinta pengarang jantung ku

Dalam rancak senda gurau
hanya bertinta pada maya
tanpa sedar membenih sayang
berkembang mekar bunga cinta
rahsia keajaiban yang unik
membuka kunci hati
sering terbuai ke alam fantasi
hingga terbawa dalam mimpi
melakar kisah tentang kita
buat aku sering merindu dan rindu..

Kegilaan ku pada mu
bukan nyata ku buat-buat
atau sengaja berpura memuja
ia lahir dari lubuk jiwa
kerna ku tak tahu mengapa
hanya menatap potret mu
bisa buat jantungku pantas berdenyut
hati jadi lapang bahagia
dan serasa jiwa kita bagai menjadi satu

Sering kali buat aku terlupa
kita langsung tak pernah ada apa-apa
pernah ku cuba lenyapkan
semua rasa igauan yang ku alami
kerna tak mahu terus tertipu
oleh hasutan nafsu yang celaru
yang nanti buat aku rebah
sakit terluka mainan perasaan
berbicara pada halusinasi?

Tetapi, kuatnya ikatan fikiran
menarik kembali mengintai dalam rahsia
memujuk bersama yakin dan redha
segala ketentuan terletak pada Maha Pencipta!
betapa hebatnya panahan cinta mu
anehnya rasa cinta ini yang ku alami..

Aku tahu, kau punya banyak pilihan
dan aku tahu hati mu telah kebal
dengan segala pujuk rayu dan madah cinta..
mahu pun usikan manja menggoda
dan aku juga tahu yang hati mu telah ada
jantung hati yang bertakhta..
siapakah dia yang bertuah?
dapat mendakap mu penuh erat?

Cemburukah aku?

ya.. aku memang cemburu! terlalu cemburu..
namun.. sayang, kau tak perlu risau..
rasa cemburu dan cinta ku ini,
bisa ku rawat sendiri ..
bisa buat aku senyum kembali ..
aku hanya mahu lihat kau bahagia.

Terima Kasih kerana sudi melayan bicara ku..
dan, kau tetap Laksamana Cinta ku
Lelaki Pujaan gambaran kisah yang ku lakar..

tinta rasa hati : ~ Azwa Safwa ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------

Tak terlihat oleh mu
 

Dalam kesepian ini...
Duduk bersendiri menatap kelam langit
Terimbas kembali kisah semalam
Setitis air mata mengalir.. sendu merantai hati..
Mengasak semua rasa sakit itu
Yang ku pendam dalam lubuk hati
Semakin lama kolam mataku pecah..

Andai dapat ku suara
Dalam jeritan kuat memecah
Apa yang sarat terbeban
Berlegar-legar tak pernah padam
Mungkinkah bisa terhapus
Satu kisah yang meruntun kalbu?

Ukiran senyuman bahagia
Ku sembunyikan rasa sakit itu
Agar tiada kelihatan parut-parut luka
Yang bisa menarik mereka simpati padaku
Hipokritkah aku?

Saat kesepian berlagu rindu..
Sering ku tatap potret wajahnya
Mengharapkan bantuan darinya
Mengembalikan semangat diri
Agar aku bisa pulih kembali
Dari dunia gelapku yang menyeksa..
Dan, selalunya ia adalah ubat mujarab
Yang tak terlihat oleh mu..

Seringkali ku berimaginasi
Mengharap kau datang padaku
Membawa aku lari dari kusut fikiran
Kadang kala menyesakkan dan memungkin aku rebah..
Seperti gambaran kisah cinta sejati telenovela..
Sering jua ku bingung mentafsir isi hati
Tentang apa yang terpendam dalam lubuk diammu
Realitikah satu pertemuan tanpa nyata
atau sekadar mainan gurauan halusinasi?

Dalam kesepianku.. duduk tenang wajahku dalam getar..
Tak terlihat oleh mu..


tinta rasa hati : ~ Azwa Safwa ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------


Romantica de Maya
Oleh : Azwa Safwa


PART 1

Jam menunjukkan pukul 11.00 malam. Bibirnya menguntum senyum bila seseorang yang dinanti sejak semalam telah active five!. Pantas hujung jarinya klik pada nick yang tertera..

Romeo: “Hi.. Juliet, how are U? dari semalam I tunggu U tau! Mana U pegi nih!?” laju jemarinya mengetuk papan keyboard menyapa pelayar disebelah sana.

Juliet: “Haloo... Sori I busy semalam dan ngantuk sgt! Lama ke U tunggu?” ringkas jawapan yang diberi.

Romeo: “Busy sgt ker? Sampai tak bleh nak online sekejap?”

Dia rasa macam tak puas hati. Geram pun ada.

Juliet: “Betul. I busy. Malam I pengsan! Tak bleh dah nak angkat mata!”

Romeo: “Bosan tau I semalam tak dapat chat ngan U.. frust!”

Juliet: “Aik, kan ramai chatters U bleh sembang? U kan Romeo? Kurang hilang U punya bosan..”

Romeo: “Tak sama mcm I sembang ngan U!.. yang lain tuh semua cam hampeh jer! Semua gedik! Nyamfah!”

Juliet: “Amboi, tak baik U nih suke rasa hati jer kutuk orang.. agaknya I pon U kutuk samakan?”

Romeo: “Tak. U lain! I like U!..”

Juliet: “Hmm.. ok arr Romeo.. I terpaksa out! my sister nak guna phone..”

Romeo: “Ala.. I blum puas lagi chat ngan U.. cam nak ngelat dari I jer?..”

Juliet: “Tak la. Sungguh sister I nak guna phone! Esokkan masih ada darling.. be cool bebeh.. (ikon kenyit mata) ”

Perghh ayat membunuh jiwa lelakinya!

Romeo: “U nih buat I…”

Senyumnya dah sampai ketelinga.

Juliet: “Buat apa?? Hah dah jangan nak pikir mcm2 arr.. Good Nite!”

Juliet: “Quit.”

Ceh! Dia ketap bibir geram.. Minah nih bisa buat aku jadi gila! Danial menggaru bawah dagunya yang gatal. Selalu Juliet meninggalkan dirinya dengan penuh tanda tanya dan membuatkan dirinya hari-hari rasa teruja!. Bagaimanakah rupa dia agaknya? Apa pekerjaannya? Berapa umurnya? Apa statusnya? Berbagai persoalan bermain dikepalanya. Gadis itu terlalu banyak berahsia dengannya. Arghh.. aku tak kira! Aku akan bongkarkan siapa dia sebenarnya!. Kemudian dia sengih macam orang sengal!


PART 2

“Sofea.. bungkuskan adik nih mee hoon goreng 2..” Dia pantas menurut arahan Kak Longnya.

“Sambal lebih kak..”

“Ok, RM2 jer..” Duit dan mee hoon bertukar tangan.

Pagi-pagi begini ramai pula pelanggan yang datang ke gerai Kak Longnya. Tak menang tangan Sofea dibuatnya.

“Cik.. nasi lemak sambal sotong satu! Sambal lebih! ”

Tanpa memandang wajah peminta, pantas tangan Sofea membungkus nasi lemak yang diminta.

“Berapa?” Mata pemuda itu memandang tepat kedalam anak mata Sofea. Berderau kejap darahnya.

“RM2.50..” Pemuda itu menghulurkan not RM1 tiga helai.

“Keep the change!” Pemuda itu kenyit mata padanya kemudian berlalu dengan kereta Alfa Romeonya.. memancar kilat colour orennya!..

Nakalnya dia.. gaya bleh tahan! Perghh debomb!! Memang tip top! Terpukau Sofea dengan reaksi spontan pemuda yang baru berlalu. Sejak akhir ini rajin pula dia tenguk pemuda itu membeli nasi lemak disini. Nak tenguk aku kot?? Dia dah mula perasan!

“Amboi.. gatalnya dia..” Tak semena pinggangnya diketil dari belakang!

“Apa ni Kak Long? Adoii.. sakit la..” Sofea mengaduh kecil. Berbisa sungguh sepit ketam yang baru dia terima.

“Cover sket .. awak tu perempuan..” Kak Longnya ketap bibir geram.

Sofea sengih. Dua tiga orang budak yang menunggu giliran senyum-senyum pandang dia. Ishh.. aku belasah jugak bebudak nih!

“Tu.. bungkus kueh koci RM1 bagi pada adik tu..” Kak Longnya mengarah.

“Yes, mem!.”

Wajah pemuda Alfa Romeo lenyap dari mindanya..


PART 3

Line connected..

Juliet: “Sorry ya?.. server slow!.. dimana kita tadi?”

Sofea sambung berchatting dengan Romeo. Dua tiga kali dia login internet. Agaknya time begini ramai yang bertenet! Pasal tu server lembab giler!

Romeo: “So k. hmm.. tadi kita bual pasal job.. Anyway Juliet. Boleh I ask U something?”

Juliet: “Ok..”

Romeo: “Bila U nak beritahu I tentang diri U yang sebenar? Tak pun U bagi no.phone U ker.. Boleh kita bual secara live di phone. Penat lah I asyik taip je.. I nak gak dengar suara U yang lemak merdu tu..”

Amboi.. amboi.. si Romeo nih! Sofea sengih.

Juliet: “U dah penat ker? Ok arr I out! Yer la siapa la kite ni kan?”

Sofea sengaja taip ayat merajuk.

Romeo: “Sorry!.. I tak bermaksud begitu. Kita dah lama chatting.. Kalau boleh I nak kenal diri U lebih dalam lagi.. I tak faham la.. Why U masih nak berahsia!. I bukan nak jaja pon no phone U atau apa-apa ttg U kat semua orang.. I ikhlas nak kenal U!”

Pergh!! Mamat nih.. serius semacam jer.. adoii..

Juliet: “Sori Romeo... Belum tiba masanya lagi. Sabar menanti ya?”

Romeo: “Juliet... please trust me!.”

Juliet: “SECRET!” .

Sofea ketawa mengekek. Agaknya mesti bengang gila si Romeo disebelah sana.

Romeo: “ Please Juliet.. I tak tahu kenapa.. Tapi I dapat rasa suatu perasaan aneh yang susah I nak terangkan bila chat dgn U.. I’m fall in love.. I love U Juliet!!”

Juliet: “WHAT??!”

Ayo mak kadawalei.. soram sojuk Sofea membaca ayat yang terpapar diskrin. Iee seramm!

Line disconnected.

Arghh.. malas Sofea nak login semula. Mesti Si Romeo bengang gila menunggu dia online semula. Entah iya entah tidak. Malas fikir panjang, Sofea off computer dan rebah atas katil. Bukan niat Sofea nak permainkan Romeo. Dia buntu!. Menerawang jauh dia memikirkan kata-kata Romeo. Ikhlaskah kata-katanya? Selama ini dia tidak pernah bertanya apa apa tentang diri Romeo. Wajah dia pun Romeo tak pernah lihat? Masakan Romeo punya perasan begitu padanya?. Adoii.. sakit kepala.. setakad ini bagi Sofea, cinta pada Romeo belum ada.. tapi suka tu ada.. err.. betul ker??.. senyuman Sofea melebar. Akhirnya dia dibuai mimpi.

PART 4

Juliet: “Offline”

Seminggu sudah berlalu.. Resah gelisah hati Danial menanti Juliet ke udara dalam laman cyber.. Dalam seminggu tu jugalah hidupnya serba tak kena. Penangan cintanya pada Juliet. Dia tak kisah siapa pun diri Juliet. Dia tetap terima. Cinta tak kenal siapa! Dan cinta itu sememangnya buta! Gabungan Romeo dan Juliet seakan serasi bagai sebuah kisah lagenda cinta sejati. Oh, Juliet sayangku.. jelmalah kau… fuhhh..

Juliet: “Online”

Yes!! Rasa nak melompat dia dibuatnya!.. Terima kasih Ya Allah!..

Romeo: “Hi Juliet.. why lama hilang? Marahkan I ker?”

Juliet: “Sori Romeo. I balik kampung. Tak la.. I tak marah U pun. Sebenarnya hari tu I terpukau tau!.”

Romeo: “I tau U gelak kat I.. mesti U ingat I nih crazy!”

Juliet: “I tak kata pun.. U yang selalu pikir bukan-bukan..”

Romeo: “Macam manalah I tak pikir bukan2.. U tu banyak berahsia dari I !! why balik kampung? Ada orang minang U ker?”

Tiba-tiba Danial disapa cemburu.

Juliet: “Tak la.. saja nak tenang fikiran…”

Romeo: “Tentang apa??”

Juliet: “Laa.. tentang kita la..”

Berdebar-debar jantung Danial.

Romeo: “Maksud U?”

Juliet: “Ok.. malam ni I nak buka kunci tentang diri I.. dan U pun kena buka identiti U yang sebenar! Amacam?”

Wajah Danial sudah melebar senyum.

Romeo: “Sure?? I takut U ngelat! U kan banyak agenda??”

Juliet: “Aik, tak percaye yer? So k.. I tak kisah.. terpulang..”

Romeo: “Ok.. ok.. I percaya..”

Tup! Black-out!

Arghhh… tensionnyaa aku! Kenapalah time begini letrik mati plak! Cisss… dush! dush! .. Danial gigit jari!


PART 5

“Sofea tempat yang kamu temuduga semalam tu apa cerita?”

“Dia kata akan call Abang Long.. entahlah.. harap dapatlah..”

“Kamu tu Pea.. sembahyang jangan patuk-patuk ayam.. minta doa dan petunjuk pada Tuhan agar mudah segala permintaan.. apa yang kamu nak.. rajinkan diri tu buat solat sunat.. Jangan nak bertenet jer kerjanya!” Kak Long dah start ceramah percuma.

“Iyalahh.. “

Adoii.. bisa berbisa telinga Sofea. Satu hari kalau tak kena ceramah percuma dari Kak Longnya tu memang tak sah! Macam manalah Abang Longnya tu boleh tahan dengan Kak Longnya itu?. Oppss.. lupa.. Abang Longnya tu ustaz sekolah rendah! Kekadang Abang Longnya juga dua kali lima juga dengan Kak Long!..

Sofea membantu mereka berdua memasukkan bekas-bekas jualan nasi lemak yang bersisa kedalam bonet Wira sedan Abang Longnya. Bila hari minggu Abang Longnya memang rajin datang menolong apa yang patut. Beruntungnya Kak Long!

“Kak Long dengan Abang Long balik dulu.. kamu jangan nak merayap tak tentu hala..”

“La nak merayap apa pula Kak Long? Kita menunggang la..” Sofea sengih. Ishh dia ingat aku ni budak kecik lagi ker?

Aik, apasal motor nih tak bleh start plak? Termegah dia nak menghidupkan enjin Krissnya. Tanpa sedar dia diperhatikan seseorang..

“Hi..” Terkejut beruk dia!. Nasib tak melatah.. kalau tidak jatuh sahamnya! Bila masa pulak mamat Alfa Romeo nih tercegat kat sini? Siap berpakaian sukan lagi tu. Lama dia tak nampak mamat nih!

“Err.. sori la bang.. nasi lemak dah habis! Datang besok ajelah!” Sofea cuba berlagak selamba. Perghh! Dalam hati tuhan aje yang tahu.

“So k.. kenapa motor tu? Tak boleh start ke? ..” Pemuda itu rapat kepadanya. Alahai.. cover cun...

“Entahlah.. kena angin kus-kus gamaknya!” Sofea cuba seloroh. Pemuda itu tersenyum. Ya Allah indahnya ciptaan Tuhan!

“Mari saya cuba..” Handle Kriss bertukar tangan. Sofea hanya memerhati kesungguhan pemuda itu mahu membantunya. Bertuahnya badan..

“Saya rasa plug dia haus kot! So, macam mana nih? Nak saya call pomen repair moto awak?..” Elelele.. baiknya dia..

“Err.. tak pelah.. thanks sudi bantu...”

“Oh lupa.. saya Danny!”

“Sofea..” Dia ukir senyuman.

“Ohh.. Sofea.. so sweet..” Memerah malu pipi Sofea dipuji begitu.. ceh! Saje jer dia nih buat aku prasan! Motor kriss dia kunci. Nanti biar Abang Longnya yang uruskan!. Dia ingin menapak pulang kerumah.

“Mari saya hantarkan..”

“Tak pelah.. segan saya nak naik keta mewah awak tu..” Kakinya sudah mula melangkah.

“Jangan segan.. saya bukan Ah Long, saya ikhlas nak tolong..”

Aik, siap boleh melawak lagi dia nih?

“Pleasee..”

Ishh.. dia ni.. Tanpa sedar kaki Sofea mencecah masuk kereta Alfa Romeo Danny! Adoii.. apa yang aku lakukan ini?.. Wahh, wanginya kereta diaa.. Ketika ini jiwanya seperti melayang-layang..


PART 6

Lama sudah Danial tidak mendengar berita tentang Juliet kekasih mayanya. Sejak berkawan serius dengan Manis dia tidak rajin active five di MIRC. Masanya lebih banyak tertumpu pada kerja dan Manis. InsyaAllah kalau tiada aral melintang pertengahan bulan Februari mereka akan mengikat tali pertunangan langsung menikah terus. Nama Juliet seakan telah hilang. Hari ini dia mahu berterus-terang dengan Juliet. Dia tidak mahu mempermainkan hati Juliet. Terpulang pada Juliet untuk menilainya..

Jam tepat pukul 11:30 malam. Danial sabar menanti kemunculan Juliet. Tiba-tiba..

Juliet: “Online”

Romeo: “Hi.. how are U?”

Juliet: “Fine.. TQ!”

Juliet: “Sori lama tak online..”

Danial garu kepala. Sepatutnya dia yang berkata begitu. Mungkinkah Juliet juga sudah lama tak online? Selepas peristiwa black out hari tu memang dia dah tak login internet. Selalu dia kena pergi out station. Memang tak ada masa nak bertenet. Kalau sempat pun check email jer.

Romeo: “So k.. I pun.. baru hari nih on air..”

Juliet: “I see..”

Romeo: “Hmm.. I ada berita nak beritahu U.. hope U tak marah..”

Juliet: “I pon.. I harap U tak kisah.. dan berlaku jujur dengan I.”

Romeo: “Ok.. U mula dulu..”

Berdebar jantung Danial saat ini.

Juliet: “Betul ker U cintakan I?”

Bulat mata Romeo membaca ayat di skrin. Dia teguk air liur.

Romeo: “Yup… tapi dulu.. sekarang tidak lagi.. Sori.. I tak bermaksud nak lukakan hati you.. permainkan U.. segalanya berubah setelah kemunculan dia.. kami dah nak menikah!”

Beberapa minit berlalu. Juliet tetap senyap tanpa balasan.

Romeo: “ I’m sorry..”

Lima minit berlalu lagi.. Ya Allah dia menangis ker? Danial semakin resah.

Romeo: “Juliet??”

Juliet: “Sori.. my sis panggil tadi.. So, U sekarang sudah ada special gurlprend la yer? Tahniah!”

Laa.. ciss, Danial rasa cam nak tumbuk dinding jer!!

Romeo: “U tak sedih?”

Juliet: “Nak sedih buat apa.. kira I terselamat! Dari mangsa buaya romeo U! Hehehe..”

Minah nih betullah buat aku gila!.. ker hatinya keras macam batu? Danial ketap bibir geram!

Romeo: “So, U macam mana sekarang?”

Juliet: “I pon macam U jugak.. Sori ya?.. I selalu usik U.. InsyaAllah I bakal jadi isteri orang tak lama lagi.. Doakan I ya?”

Romeo: “Aik?.. samalah pulak kita ya? So U tak mau buka secret key U pada I? hari tu waktu kita nak open identiti rumah I black out.. pastu bersambung dengan kerja out station.. tak free nak online..”

Juliet: “Haha.. sama ler.. apa ke halnyer kita nih asyik sama jer eh?”

Romeo: “Betul la I pun heran?.. kita dah serasi.. tapi jodoh tak adakan?.. mungkin perancangan Allah lebih sempurna dari apa yang kita rancangkan?..”

Aceceh.. ayat skema habis!

Juliet: “Yup.. so, U nak tau gak ker siapa I?”

Romeo: “Of course.. tak dapat buat bini, buat bestfriend pun ok! Lagi pun I tak ada bestfriend gurl..”

Juliet: “La.. gf U tu bleh buat bestfrend apa? Lagi akrab!”

Romeo: “Maksud I, selain dia I tak ada bf gurl yang lain! So, lekas arr.. dah tak sabar I nih.. tunjuklah picture sebenar U!”

Juliet: “Tak nak! Kita jumpa.. face to face! Ok tak?”

Amboi diaa.. Danial menguntum senyum. Oh la la.. Camna la rupa dia? Adakah seayu dan sebrutal Manis? Ishh tak sabar pula dia.

Romeo: “Betul nih? Kat mana kita nak jumpa?”

Juliet: “Ok.. pernah dengar Wanie’s Corner? Jalan Burung Tempua?.. Bandar XX?”

Romeo: “Oh.. God! I selalu lepak situ.. U duduk area situ ker?”

Juliet: “Tak.. esok I tunggu U kat situ tepat pukul 2! Jangan lewat!”

Romeo: “Bagilah no phone senang nak call U..”

Juliet: “Tak boleh.. selagi belum jumpa U, segalanya rahsia!”

Perghh!! Minah nih memang sentiasa buat aku teruja!.. Danial makin geram dibuatnya.

Romeo: “Macam mana I nak kenal U? mana tau U tipu I ker? I macam boleh baca jer apa yang ada dalam kepala U tu..”

Juliet: “Betul.. I tak tipu! Ok, I pakai baju kaler biru. Bertudung. Aiseh..my sis dah bising la.. Jumpa disana!”

Juliet: “Quit”

Erkhh?? Dia nih tak mau tahu ker aku nih orang yang macam mana?.. Haiya pusing kepala Danial memikir tentang Si Juliet!


PART 7

1:30 PM

Sofea debar menanti kemunculan Romeo. Sepatutnya hari ni dia keluar date dengan Danny. Semalam dia terpaksa berbohong dengan Danny mengatakan mahu keluar dengan Kak Long membeli kain langsir. Kebetulan Danny juga ada urusan. Wahh.. best tu.. line clear!. Sengaja Sofea pilih Wanie’s Corner sebagai tempat blind date dia dengan Romeo. Sekurang apa-apa hal yang berlaku.. Dia boleh selamatkan diri. Dia juga dah berpakat dengan Kak Leha pekerja WC!


“Mananyer budak Romeo kamu tu Pea? Tak sampai-sampai lagi..”

“Sabarlah Kak Leha.. belum pukul 2 pun.. ishh.. akak nih berdebarnya mengalahkan kita pulak!” Sofea membetulkan duduknya. Aduh.. apahal jantung dia berdegub kencang nih?

“Eh? Pea.. tu macam Danny jer?”

Tersentak Sofea bagai kena renjatan elektrik! Menunduk wajahnya diceruk dapur.

“Alamak.. Kak Leha macam mana nih? Matilah saya!” Seram sejuk jari jemari Sofea. Sungguhpun dia belum melihat Danny marah, tapi dia takut hari ini bakal mengundang kemarahan Danny!

“Kau ni pun satu Pea.. dah tau tempat nih kau dengan Danial selalu dating, awat pi ajak Si Romeo kau tu jugak kesini? Cari nahas jer budak nih!” Kak Leha geleng kepala.

“Tempat lain mana ler saya tau kak.. tempat ni jer yang saya rasa best dan selamat..” Sofea sengih.

“Iyolah selamat.. kejap lagi jadi Kassim Selamat!”

“Manalah saya tau dia nak datang sini.. semalam dia beritahu ada kerja lebih masa..” Sofea gigit jari. Sempat ekor matanya menjeling jam dipergelangan tangan lagi. Angka menunjukkan lagi lima minit hendak ke pukul 2 petang. Debaran jantungnya kuat terasa. Tenang.. tenang..

“Ok, dia dah pergi dah.. line clear..” Kak Leha kenyit mata.

Sofea cari tempat tersorok sikit dari tumpuan umum tapi dekat dengan tempat Kak Leha bekerja. Dalam pada beraninya dia ada gak terselit perasaan takut! Uishh.. sape tak takut weii.. mana ler tau Si Romeo tu perogol bersiri ker? Tak ker naya dia.. Nasib dalam WC ni hanya dia yang memakai baju kaler biru dan bertudung. Tak susah untuk Romeo mencarinya!

Kak Leha dah bagi isyarat kelip-kelip mata! Muka dia plak dah herot merot macam makan asam kecut.. apahal pulak Kak Leha ni? Kena sampuk ker? Sofea naik pelik bin ajaib! Erkhh.. dia dah sampai ker?

“Hi Juliet!”

Erkhh.. suara itu macam pernah ku dengar.. dia berpaling.. Makkk!! Hampir melompat Sofea dari tempat duduknya. Danny tercegat depan mata! Dia pun turut sama terkejut!

“Sofea?” Membulat mata Danny.

“Abang?.. err.. Romeo??”

“Sofea?.. Juliet??” Mulut Danny dah ternganga.

“Oh, my GOD!!..” Danny dah tepuk dahi! Sofea pula dah sengih sampai ke telinga.. Aduss.. kantoi la pulak!

“Oo.. inilah budak Juliet tu ye? Eii.. geramnya saya dengan Juliet tuh!” Pipi Sofea dicubit Danny.

“Sakitlah!”

Maka berlakulah adegan pukul memukul dan kejar-mengejar ala romantika de amor antara mereka berdua. Kemudian masing-masing terburai ketawa. Kak Leha yang memandang hanya geleng kepala.


PART 8

Danial membuka pintu kamar beradu raja seharinya. Cantik terhias.. sesekali aroma wangian dalam kamar itu menyucuk lubang hidungnya. Alhamdulillah dia dan Sofea kini telah sah menjadi suami isteri. Bila mengenangkan kisah dua bulan lepas di Wanie’s Corner memang hendak terputus urat perutnya. Siapa sangka Juliet yang penuh rahsia di alam maya adalah Sofea! Tersenyum-senyum kambing dia mengingati kisah yang terjadi. Betullah kata orang, kalau dah jodoh tak kemana! ikan dilaut, asam didarat dalam belanga bertemu jua..

Segera dia menghampiri Sofea yang sedang menyisir rambut didepan cermin solek. Bersinar-sinar matanya memandang tubuh isterinya. Jiwa lelakinya bergetar hebat tika ini.

“Abang rasa bahagia sangat tau…” Bahu isteri diurut mesra.

“Hmm?” Sofea menjeling melirik manja menggoda.


“Abang nakk…” Danial senyum nakal.

“Tak boleh! Malam nih Juliet bulan mengambang penuh arr Bang Romeo.. kena puasa!”

“Ala.. tak kira nak jugaaaa…” Pantas dia mendakap Sofea. Tapi cepat dielak Sofea.

“Tak boleh! Tunggu selepas 7 hari!.. Lagi pun.. takkan lari gunung di kejar sayangg..” Cepat Sofea menarik selimut tutup seluruh tubuh dan mematikan diri.

Ciss.. selalu saja nafsunya tersekat! Jiwanya teruja hebat!..

Habis Daa..


Ilham cipta: ~ Azwa Safwa ~
November 2007

GO TO TOP PAGE

--------------------------------------------------------------------


Bila tiba saat
 
Bila tiba saat aku mula suka…
Ada rasa mahu lebih mengenali
Sedalamnya ingin aku mengerti
Segalanya ingin aku pastikan
Bahawa kita punya persamaan,
punya kisah suka dan duka,
punya impian yang sama..
Apa yang tersembunyi didalam hati
Yang tak bisa untuk luah bicara..

Bila tiba saat aku mula sayang..
Ingin terus lebih dekat mengenali
Terasa ingin mencambah rindu
Selalu mahu menabur kasih
Selalu mahu berkongsi bersama
saat kisah manis dan duka…
Agar terasa diri lebih menyayangi
Agar terasa diperlukan dan memerlukan..

Bila tiba saat aku sudah jatuh cinta..
Terasa ingin mahu memiliki
Terasa ingin selalu didampingi,
Dihargai dan menghargai..
Setulus ikatan pengikat janji
Semekar kasih penghias bahtera
Seteguh doa melayar impian
Walau sesaat tidak ingin ditinggalkan
Dicampakkan ke tepi..

Tapi, bila tiba saat aku sudah benci..
Suka, sayang, cinta.. terlenyap sudah
Segala tergenggam berkecai hancur
Dunia bahagia terasa kelam
Ikatan janji semakin goyah
Kisah kasih  menjadi ngeri
Kepercayaan tiada terlebur sudah.
Walau tak bisa untuk lafazkan
Usah bertanya, mengambil hati
Cukup sekadar aku menyepi..



tinta rasa hati : ~ Azwa Safwa ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------


Pungguk dan Bulan
 
Bulan terang menjulang tinggi
Indah cahayanya menyimbah malam
Terasa dingin dihembus bayu
Bintang berkedip riang berteman
Menawan kasih purnama rindu

Pungguk bertenggek di pohon kayu
Teguh duduk menjenguk langit,
mengintai mana datang cahaya
Mata lekap memandang bulan
Terpesona melihat, memukau pandangan
Membuai hati tercuit cemburu..

Pungguk bersahut di dalam diam
Indahnya dikau wahai Sang Bulan,
mencuri hati, terlukis kasih
Ingin ku gapai dalam genggaman
Tanganku hulur tapi tak sampai

Bulan melirik memandang pungguk
Sekadar tersenyum menghulur salam
Maafkan daku wahai Si Pungguk
Apakan daya harus perbuat
Antara kau dan aku terlalu berbeza..

pungguk renung sinar rang bulan .. tunduk sayu mendakap rindu..



tinta rasa hati : ~ Azwa Safwa ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------


Dia yang di sana
 
Dia yang disana..
Akhir ini terus jadi bisu
Seakan melarikan diri dari aku
Aku jadi gelisah memikir
Bagaimana harus ku pujukmu?

Dia yang disana..
Awal dulu telah ku beritahu
Segalanya tersurat pada takdir
Andai simpulan itu milik kita
Pasti jua kan bersatu dengan restu
Dan pasti ku tak menolak itu
Kiranya ia adalah terbaik buat ku..

Dia yang disana..
Bukan ku tak mengerti maksudmu
Cuma hanya kau fahami rasaku
Sulit untuk diutarakan
Apa yang terpendam diam
Bukan niat mempermainkan
Hingga buat kau patah hati
Atau mungkin jauh hati?
Bila awal tentang hati kau persoalkan
Dan jawapan yang kau mahu..
Mungkinkah kau kecewa??

Dia yang disana..
Sejak mula dulu diperkenalkan
Memang aku selalu menjaga
Agar bicara tiada mengundang duka
Hingga kadang aku jadi bukan aku..
Takut mahu bergurau denganmu
Memberi harapan palsu
Kerana kau terlalu baik buatku..

Dia yang disana..
Mana janji setia menjadi kawan?
Teman tapi mesra?
Pernah kita lafazkan bersama.
Tetap kawan selamanya..
Bila tiada jodoh tersurat untuk kita..

Dia yang disana..
Jangan tinggalkan aku
Dengan  rasa bersalah pada mu..



tinta rasa hati : ~ Azwa Safwa ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------


Bicara hati

Pandang melirik luar jendela

Terpegun lihat unggas berkicau

Riang menari pohon melambai

Angin bertiup sepoi bahasa

Nyaman terasa mengusik kalbu

 

Kenangan lalu menghambat jiwa

Kerinduan kini menggoda rasa

Terukir senyuman beralun rindu

Tergambar bayang sukar dipadam

Cinta terpahat tak bisa bicara

 

Mengintai rentak irama lagu

Berdodoi riang melayan melodi

Terpahat impian dikalut resah

Mengurai rindu melayan gundah

Mungkinkah mimpi akan terlerai?


tinta rasa hati : ~ Azwa Safwa ~

GO TO TOP PAGE

--------------------------------------------------------------------


Kiranya...
 
Kiranya masa itu dapat ku putarkan
Ingin ku hapuskan segalanya
Semua tentang kisah semalam
Yang bisa buat mengalir airmata..
Biar lebur berkecai hancur
Agar tiada tanda untuk dikenang kembali..

Kiranya sejarah dapat ku ubah
Ingin ku baiki kesan tinggalan duka terpalit
Retak, hancur sekeping hati
Oleh tangan-tangan yang kejam
Bersifat takwa namun busuk berlumpur
Menghilangkan rasa kepercayaan..
Membunuh semarak rasa cinta
Menghilang mesra kasih saudara
Menanam rasa benci tanpa sedar..

Kiranya api dendam ini dapat ditawar
Ingin aku basuh seluruh jiwa
Dengan sesuci siraman zikir munajat
Memutih kembali rasa kesakitan
Agar aku kembali pulih
Dari hasutan mimpi ngeri yang menyiksa
Yang sering mengejar saban waktu
Langsung terbawa di alam luar sedar..

Kiranya aku berikan rasa cinta tulus ikhlas,
Yang sering ku lakar dalam bicara tinta
Kadang ku sembunyi dalam lipatan kata
Kadang jua ku lindung balik senda gurau
Untuk kau selongkar dalam tersirat
Tanpa mengharap balasan simpati
Hanya untuk kau rasai hasil sentuhan
Mampukah kau genggam tuk setia?
Biar apa jua badai melanda
Walau kencang tiupan ribut
Yang mungkin satu masa
Kau dan aku tak betah untuk duduk bersama?
Kemungkinan apa yang kita idam
Tiada semua yang sempurna dan indah?
Bolehkah kau menerima seadanya?
Atau sudah jemukah kau untuk memandang ku?
Lalu melontar aku jauh dari sudut hati?

Kiranya kau tahu, segala resah ku berlalu
bila wajahmu menjenguk rasa.. mengintai dalam rahsia..


tinta rasa hati : ~ Azwa Safwa ~

GO TO TOP PAGE


--------------------------------------------------------------------



Untuk ke blog cinta sila
klik di bawah :
tanya brother love

*Anda  dilarang mengeluar ulang atau menggunakan mana-mana kandungan laman ini dalam apa jua bentuk dan apa jua cara sama ada elektronik, cetak, mekanik, fotokopi, rakaman atau pengstoran maklumat termasuk sistem dapat kembali  tanpa kebenaran pemilik www.razzirahman.com

Hakcipta Terpelihara 2008 ©. Razzi Rahman Sdn.Bhd.